KADERISASI BERBASIS CORE THINKING (CONTEXTUAL RESONANCE THINKING ): MODEL REFLEKTIF DALAM PEMBENTUKAN KADER HUMANIS DAN ADAPTIF
DOI:
https://doi.org/10.55080/jim.v4i3.1655Keywords:
cadre formation; CoRe Thinking; reflective learning; social values; adaptive leadershipAbstract
Kaderisasi mahasiswa sering kali dipahami sebatas proses administratif dan pelatihan teknis tanpa ruang refleksi nilai. Artikel ini mengembangkan konsep CoRe Thinking (Contextual Resonance Thinking) sebagai paradigma baru dalam pembelajaran kader yang menekankan integrasi nilai, pengalaman, dan kesadaran sosial. Pendekatan ini menggabungkan lima pilar utama: kontekstual, resonansi, empati, reflektif, dan transformasional. Metode yang digunakan berupa pendekatan reflektif-konseptual melalui analisis literatur dan pengalaman kaderisasi di lingkungan mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kader yang berbasis konteks sosial dan refleksi nilai mampu meningkatkan keterlibatan, empati, serta kesadaran kepemimpinan secara signifikan. Model CoRe Thinking berperan sebagai jembatan antara teori pembelajaran reflektif dan praksis kaderisasi di perguruan tinggi. Implikasi konseptualnya menegaskan bahwa proses kaderisasi seharusnya diarahkan pada pembentukan kader yang humanis, kritis, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas model ini secara empiris dalam konteks pendidikan dan organisasi mahasiswa.

