ANALISIS FUNDAMENTAL PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI MASA PANDEMI
Keywords:
Analisis Fundamental, Industri, ManufakturAbstract
Pada Sub sektor makanan dalam seluruh metode baik metode Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), maupun Price Earning Ratio (PER) pada PT Wilmar cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Garudafood Putra putri Jaya Tbk (GOOD), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Handjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) menunjukan adanya fluktuasi, dimana adanya kenaikan pada tahun 2019 lalu terjadi penurunan pada tahun 2020 dan terjadi
kenaikan kembali pada tahun 2021 hal ini membuktikan bahwa selama masa pandemi terjadi penurunan yang signifikan akan tetapi para investor yang telah memiliki saham ini disarankan untuk tidak menjual saham tersebut, karena masih ada peluang untuk harga saham terus naik setelah pandemi. Akan tetapi lain halnya pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) terus mengalami peningkatan dari tahun 2019
sampai tahun 2022 , maka para investor harus berhati-hati dalam berinvestasi pada saham ICBP karena harga saham sudah terbilang tinggi dan memiliki resiko yang cukup tinggi. Beberapa investor mungkin akan menjual sahamnya karena merasa harga saham terlalu tinggi dan tidak ingin mengambil risiko yang tinggi.
ISBN: 978-623-8192-16-8
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nanda Elisa, Ardian Wildan Nugraha, Dikri Razak Maherman, Gustian Djuanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

