ETIKA PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Authors

  • Annafi Nurul Ilmi Azizah
  • Agus Salim
  • Alif Panca Aji Syaifullah
  • Asyrof Abdul Baqi
  • Awi’ Farhun
  • Bambang Priyono
  • Cut Intan Dalili
  • Dwi Apriyanto
  • Fathurrohman
  • Fauzan Eko Laksono
  • Isnaini Rachmatul Umah
  • Karyani
  • Khoirin Putri Luthfiana
  • Kurnia Rahmawati
  • Lina Yuliarti
  • Linda Wahyuningtyas
  • Lutfiana Nur Anisa
  • Miftahul Haq Arzanata Azzahra
  • Muhammad Ridwan Hidayat
  • Muhammad Sholahuddin Qoyyim
  • Musyarofah Dyah Arini N.A
  • Nida Uljanah
  • Nurul Hidayah
  • Nurul Inayah
  • Putri Ayu Amaliyah
  • Rahma Dyas Putri H
  • Rahmawati
  • Retno Fatmawati
  • Sahidna Ahmad Rosyid
  • Sintia Sulistia Ningsih
  • Tan Hanifah Aliyah
  • Tazkia Amalia Annur
  • Tri Novita Sari
  • Umi Musalimah
  • Wildan Yoga Pratama

Keywords:

ETIKA, GURU, PAI
Published 26 January 2024
Abstract Views 1546
Downloaded 971

Abstract

Etika guru adalah fondasi penting untuk memastikan berjalannya pendidikan dengan lancar dan efektif. Guru memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik. Seperti semboyan terkenal dari tokoh pendidikan Indonesia Ki Hahar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karsa dan Tut wuri handayani. Makna dari kata bijak tersebut adalah bahwa pendidik harus mampu menjadi contoh ketika berada di depan, mampu membangun kerjsama ketika berada di tengah, dan mampu memberikan dorongan ketika berada dibelakang.

Faktor terpenting dari seorang pendidik tidak hanya dilihat dari kemampuan intelegensinya saja, tetapi juga penting memerhatikan etikanya. Urgensi etika guru pendidikan agama Islam terkait profesi keguruan, ada lima yang menjadi ruang lingkup etika keguruan, yakni; 1) etika terhadap diri sendiri, di mana guru harus bersikap sabar, sepenuh hati dalam tugasnya, dan mendapatkan dukungan dari keluarga; 2) etika terhadap peserta didik, guru harus menjadi teladan dan cerminan pendidikan masa depan, dengan kompetensi kepribadian yang baik yang diperkuat oleh etika; 3) etika terhadap wali murid; 4) etika terhadap rekan sejawat; 5) etika terhadap masyarakat; 6) etika terhadap agama.

Bagi peserta didik, guru merupakan contoh teladan yang sangat penting bagi masa pertumbuhannya. Alasan inilah yang menjadi panutan agar seorang pendidik mampu menjaga etika dihadapan setiap peserta didiknya. Maka untuk menanggulagi permasalahan-permasalahan yang kurang baik terhadap pendidik, dan untuk menjamin kualitas dan mutu dari seorang pendidik adalah harus paham dengan kode etik profesi guru.

QRCBN: 62-415-3472-076

Editor: Annafi’ Nurul ‘Ilmi Azizah, S.Pd., M.Pd.

Downloads

Published

2024-01-26

How to Cite

Nurul Ilmi Azizah , A., Salim, A., Panca Aji Syaifullah, A., Abdul Baqi, A., Farhun, A., Priyono, B., Intan Dalili, C., Apriyanto, D., Fathurrohman, Eko Laksono, F., Rachmatul Umah , I., Karyani, Putri Luthfiana, K., Rahmawati , K., Yuliarti , L., Wahyuningtyas, L., Nur Anisa , L., Haq Arzanata Azzahra, M., Ridwan Hidayat, M., Sholahuddin Qoyyim , M., Dyah Arini N.A, M., Uljanah, N., Hidayah, N., Inayah, N., Ayu Amaliyah, P., Dyas Putri H, R., Rahmawati, Fatmawati , R., Ahmad Rosyid , S., Sulistia Ningsih, S., Hanifah Aliyah, T., Amalia Annur, T., Novita Sari, T., Musalimah , U., & Yoga Pratama, W. (2024). ETIKA PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Penerbit Tahta Media. Retrieved from http://tahtamedia.co.id/issj/article/view/621

Issue

Section

Katalog Buku